Ilmu Penjaga Gaib (Baru!)

Mistik Jawa meyakini setiap manusia yang lahir di dunia, oleh Tuhan sudah disertai penjaga yang disebut sedulur papat yang bertugas MENJAGA dan MEMBIMBING manusia. Ilmu Sedulur Papat Lima Pancer ini menekankan bahwa manusia dilahirkan ke dunia tidak sendirian.
Ada empat saudara gaib beranasir BUMI yang memakmurkan, AIR yang menentramkan dan atau mengobati, UDARA yang meninggikan dan menyampaikan dan API yang melindungi, wibawa dan kesaktian.
Kami mengajarkan cara praktis mempelajari Ilmu Sesulur Papat Lima Pancer – Malaikat Hafadzah – Qarin – Khodam – melalui teknik motivasi tradisional yang praktis dan tetap religius untuk membangkitkan :
Karisma – Kemakmuran – Kecerdasan Spiritual – Indera Keenan – Ketentraman – Keselamatan – Kesaktian – Kewibawaan – Kesehatan – Awet Muda, dll.
Para ahli ilmu hikmah meyakini, penjaga manusia itu sebagai “Malaikat Hafadzah”, Qarin - “Sahabat Karib” dan Khodam atau “Pembantu”. Karena keberadaan mereka, Anda mampu melakukan keajaiban.
Kami memberikan solusi bagi yang ingin mempelajari ilmu tempo dulu namun terbentur oleh beratnya laku, aturan yang njlimet dan tradisi yang identik dengan animisme - dinamisme. Konsep kami terdiri dari empat tahapan. Untuk menguasainya, dapat Anda raih melalui cara sederhana dengan hasil yang luar biasa!!!
Kami hanya menerapkan tarif (Rp. 600.000,-) bagi yang memilih bimbingan jarak jauh (melalui email – Pos). Kami menerapkan tariff karena kami tidak ingin, ilmu ini jatuh tangan orang yang iseng.
Bagi yang datang langsung, ilmu ini kami ikhlaskan….. Ilmu terdiri dari empat tahapan. Untuk belajar jarak jauh, silakan transfer yang 50% dulu. Setelah Anda merasakan manisnya ilmu, silakan dilanjut.
Berdasarkan pengalaman kami dan siapapun yang mempelajari ilmu ini merasakan reaksi ilmu yang begitu CEPAT. Pada tahap pertama saja, Anda sudah dapat merasakan manfaatnya. Untuk sekedar bukti keberadaan ia disamping Anda, Anda langsung dapat melakukan “perintah” secara bertahap
Ini bukan hal yang mustahil, karena sesungguhnya Sang “Penjaga” itu, selama ini sudah ada di samping Anda dan menunggu panggilan Anda, namun karena Anda tidak bernah mengajak berkomunikasi dan belum tahu berbaik hati padanya, maka ibarat Satpam ia hanya duduk di pos jaga saja.


