SEJARAH
BERDIRINYA SALMAHAT
Sejarah
berdirinya SALMAHAT diawali dari pertemuan antar mantan pelatih dari
berbagai perguruan yang sudah non aktif di kediaman Masruri awal tahun
2006. Mereka sepakat membentuk wadah baru dengan corak yang lebih
terbuka, dengan sistem pengembangan yang lebih mementingkan cabang.
 |
|
Perjalanan sejarah tahun 1982 |
Perkembangan tahun 1992 |
Sebagaimana
kita ketahui, pada umumnya perguruan tenaga dalam menjadikan cabang
sebagai “sapi perah” karena seluruh atau sebagian
besar keuangan
disetor ke pusat organisasi. SALMAHAT memberikan kompensasi pada cabang
dengan perbandingan 75% cabang dan 25% pusat.
PENELITIAN
TENTANG TENAGA DALAM
Latihan
perdana SALMAHAT diikuti 10 peserta yang dijadikan kelinci percobaan.
Mereka adalah orang yang mengidap berbagai penyakit, diantaranya, asma,
darah tinggi, insomnia, kencing manis, alergi cuaca dan wasir.
Hasil
penelitian terhadap peserta setelah mengikuti lima kali latihan,
menunjukkan bahwa 80% penyakitnya berkurang bahkan mendekati sembuh.
Pengidap darah tinggi bertensi 220 dapat turun menjadi 160. Penderita
asma tidak lagi sesak napas, insomnia dapat tidur normal kembali.
Penelitian dibidang kesehatan terus dilakukan oleh tim dokter. Dan
penelitian lain terhadap manfaat tenaga dalam dilakukan terhadap buah
dan sayur. Hasilnya, buah yang diberi getaran tenaga dalam lebih awet 2
kali lipat dibanding buah yang tidak diberi getaran.
Penelitian
lain, seperti peremajaan kulit, penghancuran batu ginjal hingga
keluarnya susuk yang diisi dengan getaran magis terus dilakukan dibawah
pengawasan Masruri sebagai dewan pembina. Ini menunjukkan, energi
tenaga dalam itu murni dan tidak merusak tetapi justru memiliki
karakter meremajakan dan energi positifnya mampu
“mengusir” energi
negatif.
MOTO
PERGURUAN
SALAM
: diartikan “selamat”. SALMAHAT mengajarkan ilmu
berkarakter lembut dan
tidak mencetak anggota menjadi jawara. Anggota harus menebarkan Salam
(keselamatan) bagi siapa saja, tak boleh merasa lebih tinggi dibanding
orang lain. SALMAHAT tidak mengajarkan ilmu kesaktian. Tetapi mereka
yang berminat dibimbing secara pribadi oleh dewan pembina.
MAJU
: berarti pola pikir anggota harus maju dan tidak terkungkung pada pola
pikir klenik. Segala keilmuan harus memiliki landasan logika dan
religius. Anggota harus berwawasan luas, tidak mudah heran saat
menyaksikan hal-hal yang dianggap ajaib.
SEHAT : Misi perguruan membentuk anggota yang sehat lahir batin. Kesehatan fisik diolah melalui olah raga pernapasan, dan kesehatan lahir melalui olah spiritual.
Jurus buang. Dok th 2002
JURUS
& TINGKATAN DALAM SALMAHAT
SALMAHAT memiliki 9 jurus. Pada tahap
dasar mengikuti pola pengejangan pada solar plexus (2 Cm dibawah pusar) dan pada tahap berikutnya menggunakan pola kejang
pada dada.
6
dari 9 jurus SALMAHAT memiliki nilai aerobik untuk penyembuhan dan
peningkatan vitalitas, sedangkan 3 jurus yang lain untuk bela diri.
Fokus untuk melawan penyakit lebih diutamakan karena lawan yang sering
dihadapi manusia zaman sekarang adalah PENYAKIT.
TINGKAT
DASAR I : Pembinaan fisik melalui gerak jurus pernapasan. Pembakar
energi tubuh untuk meningkatkan antibodi dan melatih kelenturan.
Dilakukan dengan latihan 5 kali rutin dan 12 kali yang dilakukan 2 kali
dalam 1 Minggu.
TINGKAT II :
Sebagai penyempurna dari tingkat dasar. Meningkatkan pengejangan tubuh
untuk pembakaran energi lebih maksimal. Mengenal teknik penyalurah
energi untuk penyembuhan pribadi dan orang lain. Teknik kekuatan
pikiran, pengendalian rasa, kepekaan menerima getaran dan
memanfaatkan
energi itu untuk berbagai kepentingan.
TINGKAT
III : Pengenalan pada terapi kejiwaan melalui psikoreligius dan terapi
hipnotis. Penggunaan energi berlandaskan supranatural yang sesuai
ajaran agama.