Tenaga Dalam , Tenaga dalam SALMAHAT

TENAGA DALAM SALMAHAT

Olah Raga Pernapasan & Magnetisme

Salmahat kepanjangan dari “Salam - Maju - Sehat”. Dalam bahasa Suryani, Syalmahat berarti Selamat. SALMAHAT lebih fokus untuk menghimpun energi untuk kesehatan, penyembuhan dan bela diri.

Pelatihan SALMAHAT dimaksudkan untuk meningkatkan antibodi  (sistem kekebalan tubuh) terhadap penyakit dan penyembuhan penyakit yang berkaitan dengan disfungsi tubuh seperti : Jantung, lever, ginjal, diabetes, kanker, migrain, tekanan darah, stroke, wasir, mabuk kendaraan, lesu (mudah lelah), dan penyakit psikomatik, maag, stress, asma, sulit tidur, alergi debu/udara/makanan, sembelit, vitalitas seksual, gangguan nafsu makan, dll

TENTANG TENAGA DALAM SALMAHAT

SEJARAH BERDIRINYA SALMAHAT

Sejarah berdirinya SALMAHAT diawali dari pertemuan antar mantan pelatih dari berbagai perguruan yang sudah non aktif di kediaman Masruri awal tahun 2006. Mereka sepakat membentuk wadah baru dengan corak yang lebih terbuka, dengan sistem pengembangan yang lebih mementingkan cabang.

satya
silat masal
Perjalanan sejarah tahun 1982
Perkembangan tahun 1992

Sebagaimana kita ketahui, pada umumnya perguruan tenaga dalam menjadikan cabang sebagai “sapi perah” karena seluruh atau sebagian besar keuangan disetor ke pusat organisasi. SALMAHAT memberikan kompensasi pada cabang dengan perbandingan 75% cabang dan 25% pusat.

PENELITIAN TENTANG TENAGA DALAM

Latihan perdana SALMAHAT diikuti 10 peserta yang dijadikan kelinci percobaan. Mereka adalah orang yang mengidap berbagai penyakit, diantaranya, asma, darah tinggi, insomnia, kencing manis, alergi cuaca dan wasir.

Hasil penelitian terhadap peserta setelah mengikuti lima kali latihan, menunjukkan bahwa 80% penyakitnya berkurang bahkan mendekati sembuh. Pengidap darah tinggi bertensi 220 dapat turun menjadi 160. Penderita asma tidak lagi sesak napas, insomnia dapat tidur normal kembali. Penelitian dibidang kesehatan terus dilakukan oleh tim dokter. Dan penelitian lain terhadap manfaat tenaga dalam dilakukan terhadap buah dan sayur. Hasilnya, buah yang diberi getaran tenaga dalam lebih awet 2 kali lipat dibanding buah yang tidak diberi getaran.

Penelitian lain, seperti peremajaan kulit, penghancuran batu ginjal hingga keluarnya susuk yang diisi dengan getaran magis terus dilakukan dibawah pengawasan Masruri sebagai dewan pembina. Ini menunjukkan, energi tenaga dalam itu murni dan tidak merusak tetapi justru memiliki karakter meremajakan dan energi positifnya mampu  “mengusir” energi negatif.

MOTO PERGURUAN

SALAM : diartikan “selamat”. SALMAHAT mengajarkan ilmu berkarakter lembut dan tidak mencetak anggota menjadi jawara. Anggota harus menebarkan Salam (keselamatan) bagi siapa saja, tak boleh merasa lebih tinggi dibanding orang lain. SALMAHAT tidak mengajarkan ilmu kesaktian. Tetapi mereka yang berminat dibimbing secara pribadi oleh dewan pembina.

MAJU : berarti pola pikir anggota harus maju dan tidak terkungkung pada pola pikir klenik. Segala keilmuan harus memiliki landasan logika dan religius. Anggota harus berwawasan luas, tidak mudah heran saat menyaksikan hal-hal yang dianggap ajaib.

SEHAT : Misi perguruan membentuk anggota yang sehat lahir batin. Kesehatan fisik diolah melalui olah raga pernapasan, dan kesehatan lahir melalui olah spiritual.

Tenaga Dalam salmahat

Jurus buang. Dok th 2002

JURUS & TINGKATAN DALAM SALMAHAT

SALMAHAT memiliki 9 jurus. Pada tahap dasar mengikuti pola pengejangan pada solar plexus (2 Cm dibawah pusar) dan pada tahap berikutnya menggunakan pola kejang pada dada.

6 dari 9 jurus SALMAHAT memiliki nilai aerobik untuk penyembuhan dan peningkatan vitalitas, sedangkan 3 jurus yang lain untuk bela diri. Fokus untuk melawan penyakit lebih diutamakan karena lawan yang sering dihadapi manusia zaman sekarang adalah PENYAKIT.

TINGKAT DASAR I : Pembinaan fisik melalui gerak jurus pernapasan. Pembakar energi tubuh untuk meningkatkan antibodi dan melatih kelenturan. Dilakukan dengan latihan 5 kali rutin dan 12 kali yang dilakukan 2 kali dalam 1 Minggu.

TINGKAT II : Sebagai penyempurna dari tingkat dasar. Meningkatkan pengejangan tubuh untuk pembakaran energi lebih maksimal. Mengenal teknik penyalurah energi untuk penyembuhan pribadi dan orang lain. Teknik kekuatan pikiran,  pengendalian rasa, kepekaan menerima getaran dan memanfaatkan energi itu untuk berbagai kepentingan.

TINGKAT III : Pengenalan pada terapi kejiwaan melalui psikoreligius dan terapi hipnotis. Penggunaan energi berlandaskan supranatural yang sesuai ajaran agama.

salmahat